Senin, 04 Juli 2011

Peranan Internet dalam Reformasi Indonesia

Pergolakan di Indonesia beberapa waktu lalu yang kemudian mendorong terjadinya proses reformasi nasional telah mendorong terjadinya pergantian tampuk kepemimpinan nasional. Para reformis atau pembaru ini telah menggunakan satu senjata yang paling ampuh untuk menyebarkan gagasan dan simpati akan reformasi ini ke masyarakat luas, jauh lebih ampuh dari deretan tank dan senapan, yaitu Internet.

Apa yang Dapat Diperbuat?
Berbagai fungsi komunikasi dan penyebaran informasi dapat dilakukan secara sangat efektif melalui Internet. Metode ini menjadi lebih menarik karena adanya fasilitas bebas sensor dan muatan pesan pemerintah di setiap paket komunikasi. Para reformis saling berbagi informasi tentang protes maupun demonstrasi yang ada melalui e-mail, menyebarkan dugaan dan bukti korupsi Presiden Soeharto di berbagai newsgroup, dan menggunakan fasilitas chat untuk bertukar tip cara menghindari tentara. Di negara dengan ribuan pulau seperti Indonesia, di mana biaya percakapan telepon relatif mahal, pesan-pesan elektronik ini sanggup menembus berbagai tokoh kunci dengan cepat dan murah.

Banyak kalangan akademisi Internasional yang mengikuti perkembangan di Indonesia tetap dapat berkomunikasi dengan rekan mereka di Indonesia yang terpisah ribuan kilometer jauhnya.

Teknologi baru ini telah memberi cara baru dalam melihat suatu krisis politik yang berjalan secara cepat. Ketika tentara RRC menumpas gerakan pro-demokrasi di Tiananmen tahun 1989, para pejuang demokrasi tersebut berkomunikasi dengan dunia luar melalui fax, sementara para reporter jaringan TV yang ada menggunakan satelit untuk mengirimkan rekaman peristiwa yang ada. Pada tahun yang sama stasiun TV Jerman Barat menyiarkan runtuhnya tembok Berlin ke segenap pelosok Jerman, termasuk ke para warga Jerman Timur yang ada.

Rincian kudeta di Rusia tahun 1991 disebarkan melalui fax dan versi primitif dari Internet, sementara setahun kemudian CNN membuat reportase pergerakan militer di Thailand secara langsung ke seluruh dunia melalui satelit.

Terima kasih harus diberikan kepada para ISP yang tidak menyunat dan mensensor isi dari lalu lintas Internet mereka. Dengan demikian, ide people power dari Filipina dapat mulai didengungkan di beberapa ruangan chat maupun beberapa mailing list, seperti apakabar maupun KdP (Kabar dari Pijar).

Seiring dengan memanasnya situasi di Indonesia beberapa waktu yang lalu, berbagai jurnalis maupun aktivis HAM di AS menjaga komunikasi dengan rekan-rekan mereka di Jakarta maupun kota besar Indonesia lainnya melalui Internet. Mereka mengirimkan ringkasan ulasan berita Amerika tentang kerusuhan yang ada. Para pemburu berita ini menerima laporan garis depan dari para mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR. Beberapa mahasiswa tersebut membawa komputer jinjing mereka dan mengirimkan berita secara online sementara itu di luar gedung para tentara menjaga dengan ketatnya.

Indonesia dengan lebih dari 17.000 pulau mengalami kesulitan alamiah dalam cara berkomunikasi lintas-pulau tersebut. Untungnya saat ini Wasantara-net milik PT Pos Indonesia telah dapat menjangkau lebih dari 122 kota di seluruh penjuru Indonesia. Walapun masih menggunakan peralatan dan infrastruktur yang sederhana, serta SDM yang kurang profesional untuk bisnis ISP dan isu adanya sensor pada beberapa alamat paket, paket kecil e-mail masih dapat digunakan secara luas di jaringan mereka. Sayangnya koneksi Internet berskala besar masih belum ada di luar Jakarta.

Beberapa tahun lalu, para aktivis di Burma, Nigeria, Kuba, RRC, dan berbagai negara laiinya menggantungkan diri pada Internet. Sayangnya akses tersebut terbatas hanya pada beberapa profesor, peneliti, pejabat pemerintah dan pegawai perusahaan multinasional yang ada. Di Indonesia, Internet jauh lebih populer sehingga banyak digunakan di kalangan mahasiswa, kaum yang mengilhami gerakan turun ke jalan dan instrumen penting jatuhnya tampuk kepemimpinan nasional.

Dengan Internet para aktivis dapat meminta dukungan dari pihak Internasional secara cepat di samping proses konsolidasi yang lebih terstruktur dan efisien. Karena kekhawatiran telepon mereka disadap dan e-mail mereka dihack, banyak aktivis yang mulai menggunakan berbagai teknik enkripsi maupun transmisi sebagai pola penyelamatan diri. Tercatat didalamnya teknik-teknik relay e-mail, anonymous mail, dan web-based e-mail (hotmail, yahoo, dll).

Pada tanggal 22 Mei 1998, kelompok HAM di Indonesia memberi kabar melalui Internet ke rekan mereka di Amerika dan Eropa tentang rencana pihak militer untuk menahan Muchtar Pakpahan ketua SBSI yang saat itu sedang sakit di rumah sakit. Kelompok HAM di AS kemudian menghubungi Capitol Hill di mana pesan tersebut ditindaklanjuti oleh Bernard Sanders (Vermont Independen), Barney Frank (Massachusetts Democrat) dan Christopher Smith (New Jersey Republican) dengan menulis surat ke menteri luar negeri Madeleine Albright agar ia segera bertindak.

Dalam tempo singkat, kedubes AS di Jakarta kemudian mengirimkan salah seorang utusannya untuk menunjukkan dukungan kepada Pakpahan di RS tersebut. Utusan inilah yang kemudian menjadi saksi ditahannya Pakpahan dari rumah sakit oleh pihak militer.

Radio Free Asia yang biasanya digunakan pemerintah Amerika untuk mengirimkan pesan pro-demokrasi dapat diterima dengan baik di RRC, Laos, Vietnam dan Burma, tetapi tidak di Indonesia. Catharin Dalpino, pejabat tinggi departemen luar negeri AS, menegaskan bahwa pemerintah Amerika perlu lebih banyak lagi menggunakan teknologi interaktif seperti Internet, dibandingkan media tradisional seperti radio. Dengan demikian suatu program demokrasi dapat menimbulkan reaksi yang nyata dan bukan hanya didengar di suatu ruang keluarga dan diberi komentar "menarik" saja.
Apakah Sudah Berakhir? Peranan Internet akhir-akhir ini telah merasuki berbagai aspek kehidupan modern sehari-hari. Selain sektor bisnis dan pemerintahan, dunia pendidikan pun mengalami dampak yang sangat berarti untuk mencapai impian kehidupan berkendali jarak jauh. Penerapan telekonferensi melalui Internet telah memotong biaya bepergian ke luar negeri dengan tajam. Hal ini erat kaitannya dengan sifat dasar dari suatu bisnis kepercayaan yang mengharuskan adanya pertemuan dari mata ke mata secara interaktif. Meskipun kualitasnya belum sempurna, teknologinya terus diperbaiki setiap hari.

Orang biasa dapat memanfaatkan teknologi Voice Over IP yang memungkinkan suatu percakapan telepon dilakukan melalui koneksi Internet biasa. Bayangkan, tidak diperlukan keahlian berkomputer, cukup putar nomor telepon untuk menghubungi dan si penerima tinggal angkat telepon mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar